Materi Ajar: Menjelaskan Makna Ungkapan
A. Memahami: Konsep Dasar "Ungkapan" (Idiom)
Selamat pagi, anak-anak! Saat membaca teks, kita sering bertemu dengan ungkapan atau disebut juga idiom. Ini adalah bagian yang paling menarik dalam bahasa!
Ungkapan (Idiom) adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna BARU, dan maknanya BUKAN makna kata-kata dasarnya (bukan makna literal/denotasi).
Memahami ungkapan sangat penting karena penulis (terutama di teks fiksi) sering menggunakannya untuk membuat tulisan lebih "hidup", indah, atau kuat.
Perbedaan Kunci: Makna Leksikal vs. Makna Ungkapan
Kita harus bisa membedakan kapan kata itu bermakna asli (leksikal/denotasi) dan kapan bermakna kiasan (ungkapan/konotasi).
Contoh: Frasa "Banting Tulang"
1. Makna Leksikal (Asli/Denotasi)
- Arti: Secara harfiah membanting (melempar) sebuah tulang.
- Contoh Kalimat: "Anjing itu
banting tulangayam yang diberinya ke tanah." (Makna asli)
2. Makna Ungkapan (Idiom/Konotasi)
- Arti: Bekerja sangat keras.
- Contoh Kalimat: "Ayah
banting tulangsetiap hari demi keluarga." (Makna ungkapan)
Bagaimana Cara Tahu Maknanya? Gunakan KONTEKS!
Karena maknanya tidak bisa ditebak dari kata-katanya, alat utama kita adalah KONTEKS. Konteks adalah kalimat-kalimat lain di sekitar ungkapan itu yang memberi kita petunjuk.
B. Mengaplikasikan: Menemukan Makna dari Konteks
Mari kita berlatih menjadi detektif makna menggunakan konteks kalimat.
1. Aplikasi pada Teks Fiksi (Cerpen)
Teks: "Rian adalah anak emas di keluarganya. Maklum, ia adalah cucu pertama. Semua keinginannya, mulai dari mainan mahal hingga sepeda baru, selalu dituruti oleh kakek dan neneknya."
Ayo kita identifikasi!
- Ungkapan:
Anak emas. - Makna Leksikal (Salah): Anak yang terbuat dari emas. (Tidak mungkin).
- Petunjuk Konteks: "cucu pertama", "semua keinginannya selalu dituruti".
Simpulan Makna: Anak emas berarti anak yang paling disayang / anak kesayangan.
2. Aplikasi pada Teks Nonfiksi (Berita)
Teks: "Perusahaan ritel raksasa itu terpaksa gulung tikar pada akhir tahun ini. Keputusan sulit ini diambil setelah mereka terus merugi selama tiga tahun berturut-turut. Ribuan karyawan terpaksa dirumahkan."
Ayo kita identifikasi!
- Ungkapan:
Gulung tikar. - Makna Leksikal (Salah): Menggulung sebuah tikar. (Tidak relevan).
- Petunjuk Konteks: "terus merugi", "ribuan karyawan dirumahkan".
Simpulan Makna: Gulung tikar berarti bangkrut / tutup usaha.
3. Daftar Ungkapan Populer (Untuk Diingat)
Besar kepala= SombongRingan tangan= Suka membantu ATAU Suka memukul (Lihat konteks!)Panjang tangan= Suka mencuriBunga tidur= MimpiBuah tangan= Oleh-olehBuah bibir= Bahan pembicaraan
C. Bernalar: Menyelesaikan Kasus Kompleks (HOTS)
Di sinilah nalar kita diuji untuk membedakan makna, bahkan ketika ungkapannya mirip atau menjebak.
Studi Kasus 1: Membedakan Makna Literal vs. Idiomatik (HOTS)
Teks A: "Wajah Ibu memerah padam saat melihat nilai raporku yang anjlok."
Teks B: "Pesulap itu mengambil sapu tangan, dan dalam sekejap, sapu tangan itu memerah padam."
Pertanyaan: Apakah makna "memerah padam" di kedua teks itu sama?
Penalaran (HOTS):
- Teks A (Idiomatik): Konteksnya adalah "melihat nilai rapor anjlok". Ini adalah situasi emosional.
Makna: Sangat marah. - Teks B (Literal): Konteksnya adalah "pesulap" dan "sapu tangan". Ini adalah perubahan fisik.
Makna: Berubah warna menjadi merah (Makna asli/leksikal).
Jawaban: Tidak sama. Teks A bermakna "sangat marah" (ungkapan), sedangkan Teks B bermakna "berubah warna jadi merah" (literal).
Studi Kasus 2: Menebak Makna dari Konteks Kuat (HOTS)
Teks: "Dalam rapat desa, Pak Lurah tidak mau dijadikan kambing hitam atas masalah sampah yang menumpuk. 'Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya saya. Jangan hanya mencari siapa yang salah!' tegasnya."
Pertanyaan: Apa arti ungkapan "kambing hitam" berdasarkan teks?
Penalaran (HOTS):
Konteksnya adalah "Ini tanggung jawab bersama" dan "Jangan hanya mencari siapa yang salah!".
- Pak Lurah tidak mau disalahkan sendirian.
- Kambing hitam berarti "orang yang disalahkan" padahal mungkin tidak bersalah penuh.
Jawaban: Kambing hitam berarti orang yang dipersalahkan / dijadikan tumpuan kesalahan.
Studi Kasus 3: Ungkapan Ganda dalam Satu Teks (HOTS)
Teks: "Rina adalah anak yang ringan tangan, ia selalu membantu Ibu membersihkan rumah tanpa disuruh. Berbeda dengan Roni yang besar kepala sejak memenangkan lomba pidato. Ia kini tidak mau lagi bermain dengan teman-teman lamanya."
Pertanyaan: Jelaskan makna "ringan tangan" DAN "besar kepala"!
Penalaran (HOTS):
- Ringan Tangan: Konteksnya "selalu membantu Ibu".
Makna: Suka membantu / Suka menolong. - Besar Kepala: Konteksnya "sejak menang lomba" dan "tidak mau bermain dengan teman lama".
Makna: Sombong / Angkuh.